Sondag 26 Oktober 2014

DESAIN MODUL DATA BASE



Desain Database
Database : Komponen dasar dari sistem informasi yang kegunaannya di pandang dari perspektif organisasi yang lebih besar.
Proses perancangan database merupakan bagian dari siklus hidup database sebagai mikro lifecycle.

Perancangan Database
database yang digunakan single user atau beberapa user saja perancangan database tidak sulit,namun apabila dalam jumlah yang besar (contoh:industri,hotel,travel,dll) perancangan database menjadi sangat kompleks.
Oleh  karena itu paara pemakai database mengharapkan penggunaan database sedemikian rupa sehingga sistem dapat memenuhi kebutuhan user.

Tujuan Perancangan Database
  • untuk memenuhi informasi kebutuhan user
  • memudahkan pengertian struktur informasi
  • mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan.
Aktifitas yang berhubungan dengan database sebagai mikro lifecycle
  • Database Planning :bagaimana langkah-langkah siklus hidup bisa efisien
  • system definition : ruang lingkup database
  • design : perancangan sistem database secara konseptual,logical,dan fisik.
  • implementation : proses penulisan definisi database secara konseptual,eksternal,internal,pembuatan file database yg kosong,implementasi software
  • loading atau data convertion : database ditempatkan baik secara memanggil maupun merubah format file pada sistem database
  • application convertion : beberapa aplikasi software dari suatu sistem sebelumnya dikonversikan ke sistem yg baru.
  • testing dan validation : sistem yang baru di tes dan baru di uji kebenarannya.
  • operation : operasi-operasi pada sistem database.
  • monitoring dan maintenance : selama operasi,sistem otomatis memaintenace dan memonitor database.
Langkah 3,4,5 merupakan bagian dari fase design dan implementasi pada sistem informasi yang besar.Pada umumnya database menjalankan aktifitas di atas.
Langkah 5 dan 6 tidak berlaku jika database aplikasi nya baru.

Proses perancangan database
  1. pengumpulan data dan analisis
  2. perancangan database secara konseptual
  3. pemilihan dbms
  4. perancangan db secara logika
  5. perancangan db secara fisik
  6. implementasi sistem database
Perancangan database

Perancangan skema konseptual
menguji kebutuhan data dari suatu database yang merupakan hasil fase 1,dan menghasilkan skema konseptual pada DBMS independen model data tingkat tinggi seperti EER(enhanced entity relationship)model.
Skema ini dihasilkan dengan menggabungkan bermacam-macam kebutuhan user dan secara langsung membuat skema database.

Perancangan Transaksi
Menguji aplikasi" database,dimana kebutuhannya telah dianalisa pada fase 1,dan menghasilkan rincian transaksi ini.
Kegunaan fase ini di proses secara paralel bersama fase perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karateristik dari transaksi databaseyang diketahui pada DBMS independen.

Pemilihan DBMS
ditentukan oleh beberapa faktor Teknik,ekonomi,politik organisasi.

contoh faktor teknik :
Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS,struktur penyimpanan,dan jalur akses yang mendukung pemakai , DBMS , dll.

Faktor ekonomi dan organisasi :
  1. Struktur data
  2. personal yg terbiasa pada suatu sistem
  3. terserdianya layanan penjual
Perancangan database secara logika 
membuat skema konseptual dan skema eksternal pada model dari DBMS yang terpilih.Skema komseptual di transformasikan dari model data tingkat tinggi kedalam model data DBMS yg terpilih.

Perancangan database secara fisik
Pemilihan struktur penyimpanan dan jalur akses pada file untuk mencapai penampilan terbaik.
beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan secara fisik :


-Response Time
waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database yang di ajukan untuk menjalankan suatu tanggapan.
-Space Utility
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file database dan struktur jalur akses.
-Transaction throughput
Rata-rata jumlah transaksi permenit yang diproses oleh sistem database,dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi.

Pemetaan sistem independen
Pemetaan ke sistem DBMS dengan tidak melihat hal-hal yang khusus.

Penyesuaian skema ke DBMS secara spesifik
Mengatur skema yang di atur langkah satu untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data DBMS yang terpilih.
hasil dari fase ini adalah perintah DDL dalam bahasa DBMS.

Implementasi Sistem Database
Setelah perancangan logika dan fisik lengkap,kita dapat melaksanakan sistem database.Perintah dalam DDL dan SDL(storage definition language)dari DBMS yang dipilih,dihimpun dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file.

Teknik Normalisasi
Aturan Normalisasi :

Normalisasi pertama
  • Mendefinisikan atribut kunci
  • Tidak ada grup berulang
  • Semua atribut bergantung pada atribut kunci
Normalisasi kedua
  • Sudah memenuhi normalisasi kesatu
  • sudah tidak ada ketergantungan parsial
Normalisasi Ketiga
  • Sudah berada pada kotak normal kedua
  • Tidak ada ketergantungan transitif
Desain Database terdistribusi
Desain dalam organisasi dapat dipandang secara 3 dimensi :
  1. Tingkat Sharing
  •  Tidak ada sharing : aplikasi dan data dijalankan dari setiap lokasi,tidak ada sharing program  
  • Sharing Data         : Semua program disalin dari semua lokasi,tetapi program data tidak disalin.
  • Sharing data dan program : User dapat meminta data atau program dari lokasi lain
    2.Jenis Pola akses

  • Static   : Pola akses tidak berubah bersamaan jaman
  • Dinamic : Pola akses berubah mengikuti jaman
   3.Tingkat Pengetahuan Pada Jenis Pola akses
  • Informasi Lengkap : Tidak ada penyimpanan signifikan dari prediksi tentang pola user
  • Informasi Sebagian : Ada penyimpanan Dari prediksi
Strategi Desain alternatif
  • Top Down
  • Bottom up
Distribusi Fragmentasi,Alokasi,dan Replikasi mempunyai Tujuan
  1. Referensi Lokalitas
  2. Meningkatkan reabilitas
  3. Meningkatkan unjuk kerja
  4. Keseimbangan Penyimpanan dan biaya
Fragmentasi

Alasan yang menyebabkan suatu data dalam tabel dibagi bagi menjadi fragmen data :
  1. Penggunaan
  2. Efisiensi
  3. Paralel
  4. Keamanan
Kelemahan Fragmentasi
  • Menurunnya Unjuk Kerja
  • Integritas Lebih sulit

Referensi:
http://eprints.undip.ac.id/6053/1/DESAIN_DATA_BASE_-_CAHYA_TRI_PURNAMI.pdf
http://en.wikipedia.org/wiki/Database_design



Saterdag 25 Oktober 2014

E- Business



Pengertian e business

E-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi elektronik seperti komputer dan internet. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. Contoh dari e-business misalnya pembelian barang secara online melalui www.tokopedia.com. Dari proses pemesanan barang, konfirmasi pembayaran, hingga konfirmasi bahwa pengiriman barang tersebut sudah sampai kepada customer dilakukan secara elektronik.

E-business memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional, hanya saja e-business memiliki cakupan yang berbeda. Bisnis mengandalkan pertemuan antar pebisnis seperti halnya rapat ditempat khusus, atau sekadar untuk berkenalan dengan partner bisnis, sedangkan e-business mengandalkan media internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya.

Dalam kegiatan e-business, ada lima kemungkinan bentuk hubungan bisnis berdasarkan transaksinya, yaitu :
1. Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis)
2. Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan konsumen)
3. Consumer to Consumer (perdagangan antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lain)
4. Consumer to Business (perdagangan antar konsumen dengan pelaku bisnis atau perusahaan)
5. Intrabusiness e-business (perdangan dalam lingkup intranet perusahaan yang melibatkan pertukaran barang, jasa, dan informasi.

Sasaran dari e-business adalah pasar atau market. Menurut Forrester Research, telah terjadi perkembangan yang sangat fantastis terhadap jumlah komputer yang terhubung dalam internet, termasuk penggunanya. E-business market ini menyimpan peluang omset yang besar yang dapat diperebutkan oleh para pebisnis.

 Jenis-jenis E-Business
 Berdasarkan beberapa definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat atau media atau sumber daya yang digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang
diberikan. Hasilnya sebagai berikut:
• Pelaku E-Business
Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis

• Alat/Media/Sumber Daya yang Digunakan
Teknologi informasi dan komunikasi
Komputer, data yang telah terkomputerisasi
internet

• Kegiatan Sasaran
Kegiatan bisnis
Proses bisnis utama
Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi
Operasi bisnis utama

• Tujuan
Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi
Transformasi proses bisnis
Sharing informasi

Keuntungan
- Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
- Memberikan nilai bisnis yang berbeda
- Efisien
- Peningkatan produktivitas dan keutungan

Dengan demikian, maka akan dengan mudah mendefinisikan e-bisnis dalam satu arti utuh,
yaitu:
  • Customer Relationship Management (CRM) :
Sistem yang dapat memanajemen semua kegiatan antara perusahaan dengan konsumennya, mulai dari mengatur siapa saja konsumen, pemasaran produk (sales), layanan konsumen (pengaduan), dan semua kegiatan yang dapat mendekatkan produssen ke konsumen.

  • Enterprise Resource Planning (ERP) :
Sistem informasi pendukung dari e-business, yang dapat menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok dari perusahaan meliputi supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, serta mampu melakukan otomatisasi proses bisnis atau menyangkut hubungan dalam-internal perusahaan tersebut, misalnya : Production planning, Accounting and Finance, Human Resource, Sales and distribution.
  • Enterprise Aplication Program (EAI) :
Adalah fasilitas yang dapat saling bertukar data untuk menunjang proses dari bisnis itu sendiri, sekalis sebagai penghubung antara CRM dengan ERPP.
  • Supply Chain Management (SCM) :
SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.
Jenis E-Bussiness adalah sebagai berikut :
  • B2C (Bussiness to Consumers) Anatara organisasi dengan perorangan.
  • B2B (Bussiness to Bussiness)
  • B2G (Bussiness to Government)
  • B2E (Bussiness to Education)

Ruang lingkup di e bussines
Ruang Lingkup E Bussiness: Dijelaskan dengan Prinsip (4 W) Yaitu: What, Where, Who dan Why.
1.      What
2.      2. Where
3.      3. Who
4.      4. Why

1. What Secara prinsip pengertian E Business jauh lebih luas dibandingkan dengan E Commerce, bahkan secara filosofis, E Commerce merupakan bagian dari E Bussiness. Jika E Commerce hanya memfokuskan diri pada aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital, E Bussiness memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya aktivitas relasi antara dua entiti perusahaan, interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya, kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya, pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.

2. Where E Bussiness dilakukan dimana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik/digital sebagai kanal akses (access channel). Berbeda dengan bisnis konvensional dimana transaksi biasa dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan dengan akses dan variasi transaksi yang terbatas.

3. Who Siapa saja yang melakukan E Bisnis. Klasifikasi entiti yang kerap dipergunakan dalam mengilustrasikan eBusiness, masing-masing: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government. Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe eCommerce B-to-C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah perusahaan dengan para pelanggannya (end consumersnya); atau tipe G-to-G yang menghubungkan dua buah negara untuk permasalahan eksport dan import.

4 Why Penerapan konsep eBusiness secara efektif memberikan keuntungan bagi perusahaan karena banyaknya komponen biaya tinggi yanga dapat dihemat, yang secara tidak langsung meningkatkan level pendapatannya. Dengan mengimplementasikan eBusiness, perusahaan dapat melihat berbagai peluang dan celah bisnis baru yang selama ini belum pernah ditawarkan kepada masyarakat.
 Kunci sukses di E-Business
Berikut ini merupakan factor- factor yang perlu diperhatikan dalam meraih  sukses E-bisnis:
1.      Customer Service
2.      Price
3.      Quality
4.      Fulfillment Time
5.      Agility
6.      Time to Market
7.      Market Reach
Dalam mengimplementasikan konsep E-bisnis, terlihat jelas bahwa meraih keunggulan kompetitif (competitive advantage) jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankannya. Secara teoritis hal tersebut dapat dijelaskan karena adanya karakteristik sebagai berikut:
  • Pada level operasional, yang terjadi dalam E-bisnis adalah restrukturisasi dan redistribusi dari bit-bit digital (digital management), sehingga mudah sekali bagi perusahaan untuk meniru model bisnis dari perusahaan lain yang telah sukses;
  • Berbeda dengan bisnis konvensional dimana biasanya sebuah kantor beroperasi 8 jam sehari, di dalam E-bisnis (internet), perusahaan harus mampu melayani pelanggan selama 7 hari seminggu dan 24 jam sehari, karena jika tidak maka dengan mudah kompetitor akan mudah menyaingi perusahaan terkait;
  • Berjuta-juta individu (pelanggan) dapat berinteraksi dengan berjuta-juta perusahaan yang terkoneksi di internet, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk pindah-pindah perusahaan dengan biaya yang sangat murah (rendahnya switching cost);
  • Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada di dalam kontrol perusahaan; dan
  • Mekanisme perdagangan terbuka dan pasar bebas (serta teori perfect competition) secara tidak langsung telah terjadi di dunia internet, sehingga seluruh dampak atau dalil-dalil sehubungan dengan kondisi market semacam itu berlaku terjadi di dunia maya.


 Contoh Analisis
  
                 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM E-BUSINESS
(STUDI KASUS: PT. ISTANA ROMANTIK DEKORINDO)
Rudy, Suyan alias Wati, Reinaldi, Natalini
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Bina Nusantara
Jln. KH. Syahdan No.9 Kemanggisan-Palmerah Jakarta 11480; Telp: 021-5345830; Fax: 021-5300244
E-mail: rudy@binus.edu, rudy2105@yahoo.com
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2008 (SNATI 2008) Yogyakarta, 21 Juni 2008
 ISSN: 1907-5022
Abstrak
Penelitian bertujuan adalah membantu merancang sistem e-commerce pada PT. Istana Romantik Dekorindo, yang dirancang berfungsi untuk mendukung sistem penjualan yang berjalan. Metode yang di gunakan adalah metode analisis kerangka kesempatan pasar dan metode perancangan model bisnis, antar muka pengguna, komunikasi pasar dan perancangan implementasi. Hasil yang dicapai adalah sebuah aplikasi penjualan online berbasiskan web yang dapat mempermudah pelanggan PT. Istana Romantika Dekorindo dalam melakukan transaksi pembelian.
1. Pendahuluan
perkembangan dari internet menjadi salah satu infrastruktur komunikasi yang termurah, dapat dijangkau secara luas, dan fasilitas pendukung sebagai urat nadi. Salah satu tren yang menyertai bisnis dalam jaringan internet adalah e-commerce baik  business-to-customer maupun busines-to-business.
PT. Istana Romantik Dekorindo (PT IRD) memanfaatkan intranet sebagai fasilitas informasi stok antara cabang-cabang dengan kantor pusat dalam menjalankan bisnis dalam bidang penjualan bahan-bahan tekstil dan perangkatnya. PT IRD berkeinginan memaksimalkan pemanfaatan intranet dan ditambah dengan fasilitas internet agar dapat melayani pelanggan-pelanggan bisnisnya lebih maksimal.
Dengan membangun situs e-commerceter padu untuk pelanggan-pelanggannya, PT IRD mengharapkan nilai tambah dalam bisnis dan akan memperkuat nilai kompetitif perusahaan.
2. Kerangka Analisis Kesempatan Pasar
Pada saat awal berdirinya tahun 1986 PT IRD memproduksi dan menjual kain-kain elemen dekorasi jendela seperti vitrage dan gorden, seiring berjalannya waktu PT IRD memperbanyak jenis produk yang dijualnya antara lain: rail, wallpaper dan aksesoris.
Analisis untuk melihat apakah PT. IRD dapat memanfaatkan e-commerce dalam menjalankan bisnisnya :
a.       Mengidentifikasikan Kebutuhan Pelanggan yang belum terpenuhi . Permasalahan yang dihadapi dari proses pembelian yang sedang berjalan yaitu :
  • Informasi produk pada brosur atau catalog tidak lengkap dan kalau ada perubahan harus harus dicetak ualang.
  • Pemesanan dan pembelian dilakukan melaui penjual (Sales)
  • Lokasi pemasaran masih terbatas pada kota-kota besar di Indonesia.
b. Mengidentifikasikan Target Pelanggan
c. Daya Saing
Berdasarkan perbandingan dimensi harga, variasi produk, kualitas produk dan brand image, didapati beberapa perusahaan yang menjadi pesaing PT IRD, yakni PT. Da Vinci Collection dan Sumber Antik Decoration. Dimana PT IRD dan PT Da Vinci Collection lebih menekankan pada kualitas produk sehingga harga yang ditawarkan cukup tinggi, berbeda dengan Sumber Antik Decoration yang menawarkan produk dengan harga yang kompetitif.
d. Sumber Daya Perusahaan Yang Mendukung
  • Brand Romantik dari PT IRD yang sudah terkenal.
  • Cabang-cabangnya berada dibeberapa kota besar di Indonesia
  • Menggunakan Internet menghubungkan kantor cabang dan kantor pusat.
  • Mempunyai reputasi dan relasi yang baik dengan para pemasok, dimana 90% produk impor.
e. Kesiapan Pasar Terhadap Teknologi
PT IRD perlu memiliki sikap adaptatif dan menggikuti kondisi yang ada di Indonesia saat ini, dalam lingkup nasional PT IRD harus berfokus pada teknologi non-broadband sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
f. Analisis Potensi Pasar
Berdasarkan analisa pada point a sampai dengan f, didapati kebutuhan pelanggan akan informasi yang cepat dan terkini, cakupan pasar yang lebih luas sehingga PT IRD memanfaatkan e-commerce sebagai pendukung bisnis yang sedang berjalan.
3. Model Bisnis
Model bisnis yang dapat diterapkan oleh PT IRD adalah model bisnis berdasarkan kualitas yang tinggi (highest quality model). Hal ini dikarenakan produk-produk PT IRD ditargetkan pada pelanggan menengah ke atas dengan harga premium berkualitas tinggi.
a. Kelompok nilai yang ditawarkan
  • Segmen target : hotel berbintang tiga ke atas, toko-toko interior kelas menengah ke atas, kontraktor perumahan atau apartemen jadi atau desiner interior.
  • Keuntungan yang ditawarkan : akses 24/7, informasi  up-to-date dan lengkap & pencarian informasi yang mudah, Order dan payment tracking, shopping cart, online real-time customer service,  memungkinkan pengiriman dalam hari yang sama dengan pemesanan (untuk Jabotabek).
  • Sumber daya yang diandalkan: brand yang kuat, kualitas yang tinggi, pengiriman luar kota dengan jasa kurir, jasa mengantar Jabotabek dilakukan sendiri, online customer service yang terlatih dalam informasi produk.
b. Penawaran Online
Barang yang ditawarkan secara  online dengan penerapan sistem e-commerce berbasis web ini adalah bersifat category specific offering dimana fokus kategori barang yang ditawarkan adalah barang-barang tekstil yang berkaitan dengan dekorasi ruang interior seperti kain gorden, rail, wallpaper, dan vitrage.
c. Model Pendapatan
  • Produk : sistem e-commerce yang berbasiskan web memperoleh pendapatan dari laba penjualan produk.
  • Iklan (banner) : pendapatan tambahan pada sistem e-commerce ini
 4. Antarmuka Pengguna
Perancangan antarmuka pengguna aplikasi website e-commerce PT IRD menggunakan 7C framerwork.
5. Komunikasi Pasar
Untuk pemperkenalkan sistem e-commerce PT IRD harus mengkomunikasikan keberadaan  website e-commerce PT IRD kepada para pelanggan dengan beberapa metode, adapun metode-motode tersebut dapat dilihat pada gambar matriks komunikasi pasar di bawah ini.
6. Implementasi Sistem E-Commerce PT IRD
1. Sumber Daya Manusia
  • Web developer bertugas dalam hal pengembangan  web, pemeliharaan fungsionalitas web, dan perancangan web.
  • Web content adminbertanggung jawab terhadap isi dari situs seperti pemasanganbanner, artikel, data produk, data admin web.
  • Manajer E-Commerce bertugas untuk merancang dan mengatur strategi penerapan e-commerce dan sistem pendukung lainnya.
  • Network administrator bertanggung jawab terhadap reliabilitas dan keamanan jaringan.
2. Proses : Dengan adanya sistem  e-commerce maka pengiriman dapat dilakukan pada hari yang sama.
3. Struktur Organisasi : PT IRD menggunakan struktur satu organisasi untuk operasi offline dan online.
4. Sistem : Untuk mengimplementasikan aplikasi website e-commerce PT IRD disarankan menggunakan
arsitektur jaringan client/server.
5. Budaya : Dengan adanya sistem e-commerce maka budaya kerja PT IRD harus disesuaikan dengan strategi bisnisnya yang baru, agar sistem e-commerce yang ditawarkan dapat berjalan dengan baik.
6. Kepemimpinan : Karena PT IRD akan membuka kanal bisnis baru maka diharapkan pimpinan dapat menyesuaikan dengan visi dan misi PT IRD yang sedang berjalan.
7. Partnership : PT IRD dapat menggunakan jasa pengiriman untuk pengiriman ke luar kota disarankan dengan membentuk aliansi agar dapat diperoleh harga yang kompetitif, jaminan waktu sampai dan keamanan barang yang dikirim.
g.       Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan perancangan strategi sistem penjualan yang dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa :
  1.  Potensi pasar bagi PT IRD memberikan peluang atau kesempatan yang cukup besar. Oleh karena itu, PT IRD dapat menerapkan  e-commerce untuk memperluas jaringan bisnisnya.
  2. Dengan adanya e-commerce PT IRD dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan dimana pelanggan dapat melakukan transaksi dan mendapatkan informasi dengan mudah melalui fitur-fitur pada  website  seperti pencarian,  faq, online customer service, konfirmasi pembelian, sejarah transaksi dan pembayaran.
  3. Strategi  e-commerce yang diusulkan ini  menjadikan proses bisnis lebih mudah dan sederhana karena sudah ada automatisasi pada sistem e-commerce.
  4. Strategi e-commerce memberikan keuntungan tambahan bagi pelanggan untuk dapat menjadi agen penjualan PT IRD. 

Referensi